Wednesday, January 12, 2011

Kolaborasi Maksimal di Semarang!

AKHIRNYA rangkaian Festival Regional LA Lights Indiefest 2010 berlabuh di kota terakhir, yaitu Semarang. Sebenarnya ajang ini merupakan Festival Regional Yogyakarta yang sempat tertunda karena musibah bencana alam. Kemudian diputuskan bahwa putaran terakhir LA Lights Indiefest 2010 diadakan di Semarang. Hadirnya gelaran yang menampilkan kompetisi musisi-musisi indie muda berbakat, plus sederet band papan atas yang akan menyuguhkan kolaborasi terkini, juga mendapat atensi besar dari cah Semarang. Hujan deras yang mengguyur kota Lunpia ini sejak Jumat siang (10/12), tak menyurutkan ribuan penonton yang ingin menyaksikan ajang LA Lights Indiefest Final Regional 2010, di Stadion Diponegoro.
Bahkan mereka sukarela untuk sedikit 'berkubang' di area depan panggung yang menjadi becek karena guyuran hujan terus menerus untuk bisa memberikan semangat pada band jagoannya. Seperti yang ditunjukkan oleh para pendukung dari salah satu peserta semifinal dari Solo yaitu band Pop Radio. Mereka tampak tetap bersemangat di tengah rintik hujan guna mendukung band yang diharapkannya bisa masuk babak final. Sedangkan band Soul Of Pain, semifinalis dari Yogjakarta yang membuka gelaran ini ternyata juga tidak kalah greget dalam menghangatkan suasana lewat dua nomor bergenre rock. Penonton pun seperti mendapat energi untuk langsung bergoyang. Bervokalis seorang perempuan, rupanya menguntungkan semifinalis The Cadenzza dari Yogyakarta. Lihat saja, ketika mereka mulai perform penonton seperti tersedot magnet dan langsung memusatkan perhatiannya pada sang vokalis yang tidak hanya tampil menarik, suaranya pun bagus serta powerful. Nada-nada tinggi yang didendangkannya terdengar enak dan meluncur dengan mulus. Penampilan keempat semifinalis ditutup penampilan apik oleh Cashback yang nyanyikan dua lagu bergenre pop-alternatif.
   So, kini giliran band papan atas unjuk kemampuan. Endank Soekamti kali ini berkolaborasi dengan duo Endah 'N Rhesa. Tak di duga kebersamaan mereka dalam satu panggung memberikan suasana yang berbeda. Kolaborasi seru antara The Banery, Kuburan dan Bottle Smoker juga menjadi sesuatu yang menyegarkan di malam itu. Kembali lagi Gigi yang dikomandoi Armand, memompa semangat penonton Semarang untuk terus bergoyang mengikuti hentakan irama. Well, yang ditunggu-tunggu adalah kolaborasi antara Koil dan Charlie ST12. Kemunculan suara sang vokalis bercongkok melayu ini ditengah menderunya musik rock industrial yang digeber Koil mampu memberikan pertunjukkan musik yang sangat sayang untuk dilewatkan.>bello

( Sumber berita diambil dari : http://www.traxmagz.com )

No comments:

Post a Comment