Saturday, February 12, 2011

Ini Dia Trend Fashion 2011 di Mata Desainer Indonesia

Berbicara tentang fashion memang tidak ada habisnya. Para perancang Indonesia seperti Era Soekamto, Carmanita, Tuty Cholid, Sutanto Danuwidjaja, Priyo Oktaviano, Tri Handoko, Adesagi Kierana, dan Barli Asmara memaparkan prediksinya seperti yang dikutip kompas.com.
Mereka menuturkan bahwa trend baju untuk 2011 dipenuhi dengan koleksi yang berwarna- warni, lebih anggun dan terlihat seksi untuk para wanita. Tri Handoko yang mengusung tema Tri Handoko Resort 2011. Ia mencoba menampilkan koleksi yang sangat feminin, seksi, dan kuat.

Koleksinya banyak menggunakan busana pas tubuh, ditambahkan ornamen see-through dari bahan tulle dan lace, beberapa warna kuat dan terang, seperti oranye, biru, kuning, hijau, dan putih. Bagian belakang pakaian yang backless juga terlihat dalam beberapa koleksi busananya.
Priyo Oktaviano, dengan koleksi bertajuk Perle de L'est mencoba mengangkat kain tenun Palembang dan Bali, sebagai bagian kerjasamanya dengan Cita Tenun Indonesia. Terbuat dalam bentuk dress cheongsam, rok dan atasan yang dipadankan mengikuti lekuk tubuh dan bersifat kekinian, dipadankan pula pada koleksi celana dari bahan tradisional menguak desain yang berbeda. Di penghujung peragaannya, baju bergaya kimono dibuat Priyo dengan kain songket tradisional Indonesia. Memberi perspektif berbeda dalam melihat adat ketimuran.

Masih konsisten dengan gayanya, Sutanto Danuwidjaja menunjukkan koleksi yang bertajuk Passion of Flowers, tetap dengan koleksi dress mini dan pas tubuh. Sedikit ornamen bunga artifisial dari kain yang berwarna senada dengan dress. Kembali terlihat warna-warni cerah, seperti kuning, ungu, jingga, dan lime green dalam koleksi busana Sutanto. Offnesel di sana-sini, juga tempelan kain lepas untuk membuat koleksi terlihat lebih segar dan dinamis.

Tuty Cholid, dalam tema Portraits of Exotica menggunakan siluet busana tradisional dari koleksi negara-negara tetangga, seperti Jepang, India, Thailand, dan China. Namun ia padukan dengan motif batik Solo, serta warna dari motif tenun ikat Bali dan Makassar. Prediksi Tuty, tahun depan akan lebih condong ke permainan warna hitam, pink, hijau, magenta, kuning kecokelatan, dan cokelat.
Adesagi yang bersama Barli Asmara resmi menjadi anggota IPMI malam itu mengusung tema Despololita. Ia menyatakan bahwa ia ingin memberi kesempatan untuk para perempuan yang tak takut mengekspresikan gayanya dengan warna. Koleksinya pun kaya akan permainan warna-warna neon. Gaya fun Adesagi terpancar lewat koleksinya yang penuh motif dan terbuat dari bordiran serta siluet busana serta rok yang berkesan girlie.

Sementara Barli, yang membawa mimpinya ke dalam kenyataan, menuangkan idenya dalam koleksi bertajuk My Dream. Karena kecintaannya akan pantai, ia membawa warna-warni habitat yang ada di bawah laut. Mulai dari warna-warni koral yang beragam, hingga detail tekstur pun tertuang dalam koleksinya. Banyak kali ia menggunakan teknik smocking, stitching, payet khusus, dan desain konstruktif pada bagian rok.
Royal Drama adalah koleksi usungan Era Soekamto, yang membawa kembali rancangan dan kebudayaan dari kerajaan Majapahit. Ia membawa kembali bahan-bahan yang sering digunakan pada zaman tersebut, seperti beludru, sutera, lace, juga batik Hokokai. Warna hitam dan emas menjadi warna utama koleksi Era.

Tak ketinggalan, Carmanita. Kali ini ia membawa koleksinya yang tentu seperti cirinya, banyak desain tumpuk, draping, dan tabrak motif. Kali ini, ia akui, berbeda dari desain yang sebelum-sebelumnya yang banyak menggunakan batik. Untuk sekarang, ia mencoba bermain dengan tenun Ujung Pandang. Permainan warna yang ia gunakan cenderung warna yang lembut.

( Sumber : http://i-centro.com )

No comments:

Post a Comment